Text
Titik Muslihat = Deception Point
Novel suspense thriller ini mengisahkan tentang sebuah muslihat politik luar biasa yang melibatkan lembaga antariksa NASA dan Gedung Putih menjelang pemilihan presiden Amerika Serikat. Di tengah persaingan pemilu yang memanas, posisi Presiden petahana Zach Herney terancam oleh Senator Sedgewick Sexton yang terus-menerus menyerang NASA atas dasar pemborosan anggaran negara. Situasi berubah drastis ketika NASA mengumumkan sebuah penemuan ilmiah terbesar abad ini melalui satelit EOS (PODS) baru mereka: sebongkah meteorit seberat delapan ton yang terkubur di Milne Ice Shelf, Arktika, yang mengandung fosil otentik dari makhluk hidup ruang angkasa.\\r\\nGuna menjamin keabsahan penemuan tersebut dari tuduhan rekayasa politik, Presiden Herney merekrut tim ahli independen dari luar pemerintahan untuk melakukan verifikasi, termasuk Rachel Sexton (putri sang senator yang bekerja sebagai analis data intelijen di NRO) dan Michael Tolland (seorang ahli kelautan sipil sekaligus bintang televisi terkenal). Saat meneliti langsung di lokasi kubah habisphere NASA di Arktika, keajaiban penemuan tersebut seketika runtuh setelah Rachel, Tolland, bersama ahli glasiologi Norah Mangor menemukan paradoks ilmiah berupa kandungan air asin dan plankton laut hidup di dalam lubang es tempat penarikan meteorit. Melalui pemindaian ulang menggunakan radar penembus tanah (GPR), mereka menemukan fakta mengerikan bahwa meteorit tersebut sebenarnya bukan jatuh dari langit, melainkan sebuah batu laut kaya fosil prasejarah dari palung terdalam bumi yang sengaja disisipkan secara buatan dari bawah lempengan es menggunakan kapal selam.\\r\\nBegitu rahasia manipulasi ini terungkap, Rachel dan timnya mendadak menjadi sasaran pembunuhan keji oleh regu militer elite Delta Force yang bersenjatakan teknologi mutakhir, yang bertindak di bawah perintah seorang \\\"Pengendali\\\" misterius demi membungkam kebenaran. Setelah Norah Mangor tewas dan mereka berulang kali nyaris meregang nyawa di tengah badai es serta lautan yang penuh hiu, Rachel berhasil mengirimkan faks bukti-bukti kepalsuan meteorit tersebut ke kantor ayahnya di Washington. Kejutan terbesar terjadi di akhir pelarian ketika terungkap bahwa otak intelektual dan Pengendali di balik seluruh konspirasi berdarah serta rekayasa meteorit palsu ini bukanlah Presiden ataupun Kepala NASA, melainkan William Pickering, Direktur NRO sekaligus bos Rachel sendiri, yang bertindak ekstrem demi menyelamatkan NASA dari kehancuran privatisasi yang direncanakan oleh Senator Sexton. Cerita berakhir dramatis dengan hancurnya konspirasi tersebut, tenggelamnya Pickering bersama kapal riset Goya ke dalam pusaran laut megaplume, serta kegagalan politik Senator Sexton yang justru dipermalukan di depan publik oleh bukti skandalnya sendiri.
Tidak tersedia versi lain