Slims Group 2

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Visitor
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Filsafat Sebagai Ilmu Kritis
Penanda Bagikan

Text

Filsafat Sebagai Ilmu Kritis

Franz Magnis - Nama Orang; Suseno - Nama Orang;

Buku Filsafat sebagai Ilmu Kritis membahas filsafat sebagai cara berpikir yang kritis, rasional, dan mendalam dalam memahami berbagai persoalan kehidupan. Franz Magnis-Suseno mengajak pembaca untuk tidak menerima suatu pemikiran atau pandangan begitu saja, tetapi mempertanyakan dasar, alasan, dan kebenarannya secara logis.\\r\\n\\r\\nBuku ini membantu pembaca memahami peran filsafat dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis serta melihat berbagai persoalan manusia, masyarakat, dan kehidupan secara lebih mendalam. Buku ini cocok bagi mahasiswa dan pembaca yang ingin mengenal filsafat serta menerapkan cara berpikir kritis dalam kehidupan sehari-hari.\\r\\n\\r\\nKATA PENGANTAR (hal. 5)\\r\\n\\r\\nI. FILSAFAT SEBAGAI ILMU KRITIS (hal. 15)\\r\\n\\r\\nFilsuf dan minat politik (hal. 15)\\r\\n\\r\\nApa kerja filsafat? (hal. 17)\\r\\n\\r\\nFilsafat mencari jawaban (hal. 19)\\r\\n\\r\\nFilsafat sebagai ilmu kritis (hal. 20)\\r\\n\\r\\nFilsafat sebagai kritik ideologi (hal. 21)\\r\\n\\r\\nFilsafat politik (hal. 23)\\r\\n\\r\\nPenutup (hal. 24)Catatan-catatan (hal. 25)\\r\\n\\r\\nII. ETIKA DALAM TAMAN NORMA-NORMA (hal. 27)\\r\\n\\r\\nTaman norma-norma (hal. 27)\\r\\n\\r\\nAngin puyuh di taman norma-norma (hal. 29)\\r\\n\\r\\nEtika: Kambing atau tukang kebun? (hal. 31)\\r\\n\\r\\nEtika fenomenologis (hal. 33)\\r\\n\\r\\nEtika normatif (hal. 35)\\r\\n\\r\\nTukang kebun kebingungan? (hal. 36)Komunikasi terbuka (hal. 37)\\r\\n\\r\\nCatatan-catatan (hal. 40)\\r\\n\\r\\nIII. PENDASARAN KEABSAHAN NORMA-NORMA MORAL (hal. 41)\\r\\n\\r\\nPengantar permasalahan (hal. 42)\\r\\n\\r\\nMencari dasar keberlakuan norma-norma moral (hal. 43)\\r\\n\\r\\nPosisi-posisi utama dalam Metaetika (hal. 44)\\r\\n\\r\\nEtika hukum kodrat Thomas Aquinas (hal. 46)\\r\\n\\r\\nEtika Diskurs Jürgen Habermas (hal. 47)Phronesis dan Lebenswelt (hal. 49)\\r\\n\\r\\nSumbangan etika Afrika (hal. 51)\\r\\n\\r\\nKesimpulan dan penutup (hal. 52)\\r\\n\\r\\nCatatan-catatan (hal. 53)\\r\\n\\r\\nIV. MENYINGSINYA KEBUDAYAAN MODERN DAN FILSAFAT PASCA-RENAISSANCE (hal. 55)\\r\\n\\r\\nPengantar (hal. 56)\\r\\n\\r\\nA. Masyarakat modern (hal. 56)B. Sumber-sumber masyarakat modern (hal. 58)\\r\\n\\r\\nKapitalisme dan revolusi industri (hal. 59)\\r\\n\\r\\nPenemuan subjektivitas modern (hal. 60)\\r\\n\\r\\nRasionalisme (hal. 65)\\r\\n\\r\\nC. Beberapa filsuf pasca Renaissance (hal. 69)\\r\\n\\r\\nRene Descartes (1596-1650) (hal. 69)\\r\\n\\r\\nThomas Hobbes (1588-1679) (hal. 71)John Locke (1632-1704) (hal. 72)\\r\\n\\r\\nDavid Hume (1711-1776) (hal. 74)\\r\\n\\r\\nJean-Jacques Rousseau (1712-1778) (hal. 75)\\r\\n\\r\\nPenutup (hal. 75)\\r\\n\\r\\nCatatan-catatan (hal. 76)\\r\\n\\r\\nV. ROUSSEAU ATAU APA GUNA MEMBACA FILSAFAT POLITIK? (hal. 77)Ilham di bawah Pohon (hal. 77)\\r\\n\\r\\nKembali ke Alam (hal. 79)\\r\\n\\r\\nKedaulatan Rakyat (hal. 80)\\r\\n\\r\\nMaximilian Robbespierre (hal. 82)\\r\\n\\r\\nCita-cita Demokrasi (hal. 83)\\r\\n\\r\\nSejarah Filsafat Politik (hal. 85)\\r\\n\\r\\nNegara Pancasila (hal. 86)\\r\\n\\r\\nCatatan-catatan (hal. 87)VI. ADAM MÜLLER DAN NEGARA INTEGRALISTIK (hal. 89)\\r\\n\\r\\nIntegralisme Supomo (hal. 89)\\r\\n\\r\\nFaham negara Adam Heinrich Müller (hal. 92)\\r\\n\\r\\nFaham negara integralistik (hal. 94)\\r\\n\\r\\nDua macam kesatuan menurut Thomas Aquinas (hal. 97)\\r\\n\\r\\nFaham negara Hegel (hal. 98)\\r\\n\\r\\nPenutup (hal. 101)Catatan-catatan (hal. 101)\\r\\n\\r\\nVII. HEGEL TENTANG MORALITAS DAN STRUKTUR SOSIAL (hal. 103)\\r\\n\\r\\nPengantar: Immanuel Kant (hal. 104)\\r\\n\\r\\nA. Sejarah sebagai perkembangan ke arah kemerdekaan (hal. 106)\\r\\n\\r\\nB. Hukum, moralitas dan Sittlichkeit (hal. 107)\\r\\n\\r\\nHukum (hal. 107)\\r\\n\\r\\nMoralitas (hal. 108)Sittlichkeit\\\" (hal. 110)\\r\\n\\r\\nC. Beberapa pertimbangan (hal. 113)\\r\\n\\r\\nPenutup kritis (hal. 115)\\r\\n\\r\\nCatatan-catatan (hal. 116)\\r\\n\\r\\nVIII. KRITIK TERHADAP BEBERAPA GAGASAN DASAR KARL MARX (hal. 119)\\r\\n\\r\\nPengantar (hal. 120)\\r\\n\\r\\nA. Imperatif kategoris tentang emansipasi manusia (hal. 120)Kritik terhadap hukum negara Hegel (hal. 120)\\r\\na. Pola dasar kritik Marx (hal. 120)\\r\\nb. Demokrasi: Pemecahan teka-teki semua konstitusi (hal. 122)\\r\\n\\r\\n\\\"Imperatif kategoris\\\" Marx (hal. 124)\\r\\na. Emansipasi manusia (hal. 124)\\r\\nb. Pandangan moral yang terimplikasi (hal. 126)Pelaksanaan gagasan ini dalam karya Marx kemudian (hal. 128)\\r\\na. Kritik agama (hal. 128)\\r\\nb. Kritik masyarakat (hal. 129)\\r\\nc. Dehumanisasi dalam sistem produksi kapitalis (hal. 130)\\r\\nd. Masyarakat yang teremansipasi (hal. 131)\\r\\ne. Materialisme Historis (hal. 132)\\r\\n\\r\\nCatatan-catatan kritis (hal. 133). Manusia, produk pekerjaannya sendiri (hal. 136)\\r\\n\\r\\nPekerjaan sebagai pewujudan diri manusia (hal. 137)\\r\\n\\r\\nPekerjaan sebagai pembangunan diri umat manusia (hal. 137)\\r\\n\\r\\nMasyarakat kapitalis (hal. 139)\\r\\n\\r\\nRangkuman (hal. 140)\\r\\n\\r\\nCatatan-catatan kritis (hal. 140)C. Revolusi (hal. 141)\\r\\n\\r\\nMarx tentang revolusi (hal. 141)\\r\\n\\r\\nCatatan-catatan kritis (hal. 143)\\r\\n\\r\\nPenutup (hal. 145)\\r\\n\\r\\nCatatan-catatan (hal. 146)\\r\\n\\r\\nIX. \\\"DAS KAPITAL\\\": BUKU YANG MENGUBAH DUNIA? (hal. 149)\\r\\n\\r\\nPengantar (hal. 149)\\r\\n\\r\\nKelahiran yang susah-payah (hal. 150)Ajaran tentang nilai lebih (hal. 152)\\r\\n\\r\\nTanggapan (hal. 154)\\r\\n\\r\\nApakah kapitalisme pasti akan hancur? (hal. 154)\\r\\n\\r\\nCatatan-catatan (hal. 157)\\r\\n\\r\\nX. TEORI KRITIS ALIRAN FRANKFURT (hal. 159)\\r\\n\\r\\nPengantar (hal. 159)\\r\\n\\r\\nTokoh-tokoh Teori Kritis (hal. 160)Kekhasan Teori Kritis (hal. 161)\\r\\n\\r\\nLiku-liku teori Karl Marx (hal. 163)\\r\\n\\r\\nTeori Kritis sebagai usaha pencerahan (hal. 165)\\r\\n\\r\\nTeori Kritis meninggalkan Marx (hal. 167)\\r\\n\\r\\nKemacetan Teori Kritis (hal. 170)\\r\\n\\r\\nPenutup (hal. 173)\\r\\n\\r\\nCatatan-catatan (hal. 173)XI. SOSOK PEMIKIRAN JÜRGEN HABERMAS (hal. 175)\\r\\n\\r\\nGaya berfikir filsafat kritis (hal. 175)\\r\\n\\r\\nTeori kritis lawan teori tradisional (hal. 177)\\r\\n\\r\\nPendekatan historis dan materialistik (hal. 181)\\r\\n\\r\\nIlmu pengetahuan dan kepentingan (hal. 182)\\r\\n\\r\\nPerkembangan pemikiran Habermas (hal. 185)\\r\\n\\r\\nPenutup (hal. 189)Catatan-catatan (hal. 189)\\r\\n\\r\\nXII. HABERMAS TENTANG KEBEBASAN NILAI (hal. 191)\\r\\n\\r\\nPendahuluan: Lingkup permasalahan (hal. 192)\\r\\n\\r\\nA. Gagasan-gagasan pokok (hal. 193)\\r\\n\\r\\nB. Postulat kebebasan nilai dalam ilmu-ilmu pengetahuan (hal. 195)\\r\\n\\r\\nC. Kritik Habermas terhadap postulat kebebasan nilai (hal. 196)Masalah basis (hal. 197)\\r\\na. Masalah basis dan pemecahan Popper (hal. 197)\\r\\nb. Penjelasan hermeneutis Habermas (hal. 198)\\r\\nc. Rangkuman (hal. 200)\\r\\n\\r\\nIlmu-ilmu sosial (hal. 200)\\r\\n\\r\\nD. Ciri ideologi postulat kebebasan nilai (hal. 201)\\r\\n\\r\\nE. Catatan-catatan kritis terhadap pendirian Habermas (hal. 202)Catatan-catatan (hal. 206)\\r\\n\\r\\nXIII. TEORI SOSIAL YANG EMANSIPATIF: KRITIK HABERMAS TERHADAP MARX (hal. 209)\\r\\n\\r\\nPengantar (hal. 210)\\r\\n\\r\\nA. Teori masyarakat dengan maksud praktis (hal. 211)\\r\\n\\r\\nSintesis melalui pekerjaan (hal. 211)\\r\\n\\r\\nPekerjaan sebagai kategori epistemologis (hal. 213)Kritik masyarakat (hal. 214)\\r\\n\\r\\nPerbandingan dengan Kant dan Fichte (hal. 216)\\r\\n\\r\\nB. Fikiran Marx yang berdimensi satu (hal. 217)\\r\\n\\r\\nDwidimensionalitas dalam teori kemasyarakatan (hal. 218)\\r\\n\\r\\nEkadimensionalitas dalam antropologi (hal. 220)C. Kesimpulan yang ditarik Habermas (hal. 222)\\r\\n\\r\\nPenutup (hal. 223)\\r\\n\\r\\nCatatan-catatan (hal. 225)\\r\\n\\r\\nXIV. IDEOLOGI DAN PEMBANGUNAN (hal. 227)\\r\\n\\r\\nPengantar (hal. 227)\\r\\n\\r\\nA. Sejarah istilah \\\"ideologi\\\" (hal. 228)\\r\\n\\r\\nB. Tiga arti kata \\\"ideologi\\\" (hal. 229)


Ketersediaan
#
My Library 142 FRA f
L260001FRA
Tersedia
#
My Library 142 FRA f
L260002FRA
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
142 FRA f
Penerbit
Yogyakarta : PT Kanisius., 2016
Deskripsi Fisik
269 hlm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
9789792139839
Klasifikasi
142
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Filsafat Politik
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Franz Magnis
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
  • Filsafat Sebagai Ilmu Kritis
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Slims Group 2
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?