Text
Berani Bahagia
bagaimana bila satu pilihan sederhana bisa menguak takdir Anda? Buku yang membuka mata dan mudah dipahami ini memaparkan pengajaran yang kuat dari Alfred Adler, salah satu tokoh besar psikologi abad kesembilan belas, lewat percakapan yang gamblang antara seorang filsuf dan seorang pemuda. Tiga tahun setelah percakapan pertama mereka, si pemuda merasa kecewa karena mendapati bahwa gagasan Adler hanya bekerja dalam teori, bukan praktik keseharian. Namun, lewat dialog mendalam antara sang filsuf dan pemuda itu, mereka memperdalam pemahaman mereka tentang pengajaran Adler, mempelajari sarana-sarana yang diperlukan untuk menerapkannya dalam kekacauan hidup sehari-hari. Entah dibaca sendiri atau melengkapi buku b\r\nCatatan Penulis v\r\nKata Pengantar xiii\r\nBAGIAN I (1) \r\nOrang Jahat Itu dan Malangnya Aku (1) \r\nApakah Psikologi Adler Sebuah Agama? (3) \r\nPendidikan Bertujuan untuk Meraih Kemandirian (12) \r\nMenghormati Berarti Melihat Seseorang Apa Adanya (22) \r\nPeduli terhadap Apa yang Dipedulikan Orang Lain (31) \r\nJika Kita Memiliki Hati dan Hidup yang Sama (38) \r\nKeberanian, Sama Seperti Rasa Hormat, Dapat Menular (41) \r\nAlasan Sesungguhnya Kita \"Tidak Bisa Berubah\" (47) \r\n\"Saat Ini\" Menentukan Masa Lalumu (53) \r\n\"Orang Jahat Itu\" dan \"Malangnya Aku\" (57) \r\nTidak Ada Hal Magis dalam Teori Psikologi Adler (61) \r\nBAGIAN II (65) \r\nMengapa Imbalan dan Hukuman Perlu Ditiadakan (65) \r\nKelas Adalah Negara yang Demokratis (67) \r\nJangan Menegur dan Jangan Memuji (72) \r\nApa Tujuan Kenakalan? (79) \r\n\"Bencilah Aku! Biarkan Aku Sendiri!\" (85) \r\nJika Hukuman Diberikan, Apakah Kejahatan Akan Hilang? (96) \r\nBerkomunikasi Menggunakan Kekerasan (102) \r\nMarah dan Menegur Memiliki Arti yang Sama (107) \r\nKita Bisa Memilih Hidup Kita Sendiri (112) \r\nBAGIAN III (121) \r\nDari Prinsip Kompetisi Menjadi Prinsip Kerja Sama (121) \r\nMenolak Perkembangan yang Dilandasi dengan Pujian (123) \r\nImbalan Memunculkan Kompetisi (128) \r\nPenyakit Komunitas (132) \r\nHidup Dimulai dalam Ketidaksempurnaan (137) \r\nBerani Menjadi Diri Sendiri (147) \r\nKenakalan Itu Ditujukan padamu (152) \r\nKenapa Seseorang Ingin Menjadi Juru Selamat (157) \r\nPendidikan Adalah Hubungan Pertemanan, Bukan Hubungan Pekerjaan (164) \r\nBAGIAN IV (171) \r\nBerilah maka Akan Diberikan kepadamu (171) \r\nSemua Kegembiraan Adalah Kegembiraan dalam Hubungan Interpersonal (173) \r\nApakah Kau \"Yakin\"? Apakah Kau \"Percaya\"? (179) \r\nMengapa Pekerjaan Menjadi Tugas Kehidupan (185) \r\nSemua Profesi Itu Mulia (190) \r\nYang Penting Adalah Bagaimana Kita Menggunakan Kelebihan Tersebut (197) \r\nBerapa Banyak Teman Dekat yang Kaumiliki? (205) \r\nPertama-Tama, Percayalah (210) \r\nOrang-Orang Tidak Pernah Mau Saling Mengerti (215) \r\nHidup Ini Dipenuhi Ujian pada \"Hari-Hari Biasa\" (220) \r\nBerilah maka Akan Diberikan kepadamu (226) \r\nBAGIAN V (231) \r\nPilihlah Kehidupan yang Kaucintai (231) \r\n\r\nCinta Bukanlah Sesuatu yang Membuat Kita Jatuh ke Dalamnya (233) \r\n\r\nDari \"Seni Dicintai\" Menjadi \"Seni Mencintai\" (238) \r\nCinta Adalah Tugas yang Diemban oleh Dua Orang (243) \r\nMenukar Subjek Kehidupan (248) \r\nMandiri Berarti Lepas dari \"Aku\" (253) \r\nKepada Siapa Gerangan Cinta Itu Tertuju? (260) \r\n\r\nBagaimana Kita Bisa Memperoleh Cinta Orangtua Kita? (265) \r\nKita Takut Mencintai (273) \r\nOrang yang Menjadi Takdir Kita Itu Tidak Ada (277) \r\nCinta Adalah Suatu Keputusan (282) \r\nMemilih Gaya Hidupmu Kembali (287) \r\nMembuatnya Tetap Sederhana (294) \r\nKepada Kawan-Kawan yang Membentuk Era Baru (297) \r\nKata Penutup 303
Tidak tersedia versi lain