Text
Asian Godfathers Menguak Tabir Perselingkuhan Pengusaha dan Penguasa
Perekonomian di kawasan Singapura, Malaysia, Thailand, Indonesia, Hong Kong, danFilipina dikendalikan hanya oleh segelintir konglomerat. Mereka dikenal sebagai godfather Asia. Pada 1990-an, mereka termasuk delapan dari 25 orang terkaya di dunia. Siapa sejatinya mereka? Dan bagaimana mereka bisa seperkasa itu?\\r\\nNama mereka tak asing di telinga publik, namun sosok mereka misterius dan penuh selubung mitos. Sebut saja, Li Ka-shing, sang miliuner Hong Kong; Stanley Ho, bandar kasino di Macau; Lim Goh Tong, pemilik Genting Highland Resort di Malaysia; Lucio Tan, miliuner tembakau asal Filipina; atau para konglomerat Indonesia, dari Liem Sioe Liong, Eka Tjipta Widjaya, Aburizal Bakrie, hingga Tommy Wi\\r\\nPendahuluan xi\\r\\nCatatan Pengarang xxxvii\\r\\nBagian I Godfather Era Dulu 1\\r\\nBab 1 Konteks 3\\r\\nBagian II Bagaimana Menjadi Godfather Pascaperang 61\\r\\nBab 2 Bagaimana Menjadi Godfather (1):\\r\\nMemasuki Karakter 63\\r\\nBab 3 Bagaimana Menjadi Godfather (2):\\r\\nAliran Uang Pokok 95\\r\\nBab 4 Bagaimana Menjadi Godfather (3):\\r\\nStrukturisasi Organisasi—Budak-budak\\r\\nKepala dan Anjing Lari Gweilo 123\\r\\nBab 5 Bagaimana Menjadi Godfather (4):\\r\\nBank, Bank Celengan dan Kesenangan\\r\\nPasar Modal 139\\r\\nBagian III Godfather Masa Kini: Mempertahankan yang Berharga 185\\r\\nBab 6 Dekade 1990-an: Pesta Pora dan Pembalasan 187\\r\\nBab 7 Penutup: Politik, bodoh 261\\r\\nTentang Para Tokoh 300\\r\\nBibliografi Terpilih 361\\r\\nLampiran 372\\r\\nUcapan Terima Kasih 375\\r\\nIndeks 377\\r\\nTentang Penulis 389
Tidak tersedia versi lain